Jumat, 30 Mei 2014

Sabtu, 17 Mei 2014

Ceritaku tentang IBU

Hari "H" saat Ibu dipanggil Sang Pencipta,
itulah hari yang paling diriku takutkan sejak balita.

Setelah Ayah yang terlebih dahulu menghadap Ilahi,
sejak saat itu diriku wanti-wanti,
takut Ibu juga ikut pergi.

Saat ibu tertidur,
diriku takut sekali.

23 tahun 6 bulan, ketiadaan Ayah.
Di usiaku 28 tahun, Ibu pergi tuk selamanya menyusul Ayah.

Diriku,,,
Memang diriku sedih.
Tapi, ALHAMDULILLAH tak sesedih seperti yang pernah diriku bayangkan sebelumnya.

Diriku sedih, hanya pada waktu-waktu tertentu.

Yang ada dipikiran diriku,
suatu saat nanti diriku pasti akan bertemu lagi, berkumpul kembali bersama Ayah dan Ibu.
Karena setiap makhluk ciptaan ALLAH, pasti akan kembali pada-NYA.




(Setelah) Tiada

Sepi,
itulah yang sangat terasa setelah kepergian ibunda

Sendiri,
memang sudah biasa

Tapi,
kadang diriku rindu saat bersama

Hampa melanda,
(setelah) ibu tiada



Jumat, 16 Mei 2014

kamu hEbat

biarkan saja jika ada orang menilaimu rendah,
bahkan jika mereka berpaling muka,
membanting pintu bagi hadirmu,

biarkan saja,

itu tak akan merubah pandanganku padamu,
kamu tetaplah seseorang yg pantas diajak bicara,
bertukar sepi, rindu juga lara,

menyapamu,
berbagi senyum,
juga saling memberi nasehat,
sepertinya melengkapi dunia sunyi di abad hiruk pikuk ini,

jadi,
biarkan saja ketika ada yg menolakmu dari lingkungannya,
karena di tempat yg lain pasti akan ada yg menarikmu ke dunianya,

hidup itu sederhana,
teruslah menyapa, berbagi senyum, hargai sesama,
maka dunia akan mendekapmu

seperti daun daun yg terus bersintesa,
menghasikan oksigen bagi dunia,
memasak makanan bagi tumbuh kembang pepohon,

bahkan ketika menguning dan luruhpun,
daun daun itu menghasilkan pupuk bagi hidup yg terus berganti....


maka,
semangatlah....




*tim penyebar semangat....


by Erlangga Titan Bramantyo

Senin, 05 Mei 2014

sebeLum mAta menutup


"Mari kita saLing memAndang sebeLum mAta menutup. Temukan aku daLAm LengAnmu dan peLukLAh aku. Biarkan tidur memeLuk jiwA kita dan menyatukannya".

[K_G]

Bunda, engkauLah peLita


Bunda, karenamu ku ada
Ketegaran dan ketabahanmu seLaLu menyaLa
Mengajarkanku menghadapi getirnya dunia


Bunda, engkauLah peLita,
yang seLaLu menyaLa,
memberi cahaya bahagia di setiap masa
Kasihmu tak terhingga...
Kasihmu bagai surya yang menerangi dunia


Bunda, terima kasih tuk segaLanya
Kau mendidikku dari daLam aLam rahim hingga kini ku berpijak di dunia
Aku ingin membaLas jasa mu yang tak terhingga dengan do'a yang seLaLu ku panjatkan pada NYA
agar kau bahagia...


iLu, bunda...

Pahlawan Super

November 10, 2011 at 9:00pm
Ibu adaLAh pahLAwan super yang mencintai anaknya apa adanya.
Mempertaruhkan nyawanya untuk meLAhirkan anaknya.

Ayah adaLAh pahLAwan super yang mencari nafkah dengan bersusah payah LaLu memberikannya secara gratis untuk istri dan anak-anaknya.

Saya adaLAh pahLAwan super bagi diri saya sendiri.
MeLAwan dosa setiap hari dengan ibadah dan do'a.

[MT]