Tampilkan postingan dengan label IBU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IBU. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juni 2014

Ketiadaan

Status diriku pada salah satu medsos :

Hari (dan segala sesuatunya)
tetap sama,
ketiadaan IBU yang membuatnya terasa sangat berbeda.


Komen-komen dari saudara medsos yang "perhatian" buat diriku haru biru :')

  • Alex Wira Braja Iya lita...

    Kita sama...

    Sudah 8thn al ditinggal sm ibu al...
    Baru 2 thn lalu al mengikhlaskan nya...

    *jadi terharu lagi*

    Tapi al salah... hrs nya al ikhlas dari dulu..

    Soalnya al sangat dekat ibu al...

    Tetep semangat yahh Cahya PeLita.. smua tdk ada yg kekal...

    -hug-
     
  • Cahya PeLita Iya, Mas Al. Rasa kehilangan + memory kebersamaan sering muncul tiba2.
     
  • Kak Suzi Ta yg tabah ya kami smua juga merasa kehilangan rasanya belum şiap utk di tinggalkn.Dia slalu siap tuk menolong walau dlm keadaan kurang sehat. Smoga smua Amal kebaikannya di trima ALLAH SWT ,Amiin.
     
    Alex Wira Braja Benerr bgt kata mba suzi...

    Jujur aja lita 2thn lalu.. al ampe di ruqiyah biar ikhlas.. alhmdlh..

    Skr al sll deket sm ibu al.. dgn sholat dan kirim doa..

    Al yakin dan tenang.. ibu al pasti tenang di surga Allah..
    Amin ya Rabb...

    Dan al juga yakin alhmarhuma ibu lita juga di sayang sm Allah..
    Krn lita akan sll jadi anak yg sholeha buat ibu lita.. amin ya robbalalamin..

    Cumungudddd
     
    Kak Suzi İya kita juga brdo'a smoga lita cpt di prtemukn pndamping hidup .
     
    Alex Wira Braja Aminn.. jgn lupaaaa di tag poto pernikahan nya..
    Jgn poto mlm pengantin nya yahh.


    Hohohohoho
     
    Cahya PeLita Aamiiinn... Mksh Ngah Suzi & Mas Alex atas do'anye
     
     
     

Jumat, 30 Mei 2014

2 Sya'ban 1435 H

Pagi,
diriku dan sepupu berkunjung ke rumah Ayah & Ibu :)

Rasanya senang sekali ^_^

Ayah & Ibu sudah tenang disisi-NYA :)


Sabtu, 17 Mei 2014

Ceritaku tentang IBU

Hari "H" saat Ibu dipanggil Sang Pencipta,
itulah hari yang paling diriku takutkan sejak balita.

Setelah Ayah yang terlebih dahulu menghadap Ilahi,
sejak saat itu diriku wanti-wanti,
takut Ibu juga ikut pergi.

Saat ibu tertidur,
diriku takut sekali.

23 tahun 6 bulan, ketiadaan Ayah.
Di usiaku 28 tahun, Ibu pergi tuk selamanya menyusul Ayah.

Diriku,,,
Memang diriku sedih.
Tapi, ALHAMDULILLAH tak sesedih seperti yang pernah diriku bayangkan sebelumnya.

Diriku sedih, hanya pada waktu-waktu tertentu.

Yang ada dipikiran diriku,
suatu saat nanti diriku pasti akan bertemu lagi, berkumpul kembali bersama Ayah dan Ibu.
Karena setiap makhluk ciptaan ALLAH, pasti akan kembali pada-NYA.




(Setelah) Tiada

Sepi,
itulah yang sangat terasa setelah kepergian ibunda

Sendiri,
memang sudah biasa

Tapi,
kadang diriku rindu saat bersama

Hampa melanda,
(setelah) ibu tiada



Senin, 05 Mei 2014

Bunda, engkauLah peLita


Bunda, karenamu ku ada
Ketegaran dan ketabahanmu seLaLu menyaLa
Mengajarkanku menghadapi getirnya dunia


Bunda, engkauLah peLita,
yang seLaLu menyaLa,
memberi cahaya bahagia di setiap masa
Kasihmu tak terhingga...
Kasihmu bagai surya yang menerangi dunia


Bunda, terima kasih tuk segaLanya
Kau mendidikku dari daLam aLam rahim hingga kini ku berpijak di dunia
Aku ingin membaLas jasa mu yang tak terhingga dengan do'a yang seLaLu ku panjatkan pada NYA
agar kau bahagia...


iLu, bunda...

Pahlawan Super

November 10, 2011 at 9:00pm
Ibu adaLAh pahLAwan super yang mencintai anaknya apa adanya.
Mempertaruhkan nyawanya untuk meLAhirkan anaknya.

Ayah adaLAh pahLAwan super yang mencari nafkah dengan bersusah payah LaLu memberikannya secara gratis untuk istri dan anak-anaknya.

Saya adaLAh pahLAwan super bagi diri saya sendiri.
MeLAwan dosa setiap hari dengan ibadah dan do'a.

[MT]