Cahya PeLita

Sabtu, 17 Mei 2014

(Setelah) Tiada

Sepi,
itulah yang sangat terasa setelah kepergian ibunda

Sendiri,
memang sudah biasa

Tapi,
kadang diriku rindu saat bersama

Hampa melanda,
(setelah) ibu tiada



Diposting oleh Cahya PeLita di 7:00 PM
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: IBU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

My name is

My name is

PeLita-ku

  • Ceritaku (16)
  • IBU (6)
  • Diskusi 1 (4)
  • Diskusi 2 (3)
  • Masakan (2)
  • Spirit of Life (2)
  • Touch the Heart (2)
  • Art (1)
  • Gibran (1)
  • Lukisan-MU (1)
  • OUI (1)

Arsip Hati

  • ►  2024 (1)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2021 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
  • ►  2019 (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (10)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Maret (9)
  • ►  2017 (3)
    • ►  April (3)
  • ►  2016 (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2015 (6)
    • ►  Januari (6)
  • ▼  2014 (21)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juni (8)
    • ▼  Mei (11)
      • Sign
      • Baru
      • 2 Sya'ban 1435 H
      • MJ
      • edo widiz - opera "pernahkah"
      • Ceritaku tentang IBU
      • (Setelah) Tiada
      • kamu hEbat
      • sebeLum mAta menutup
      • Bunda, engkauLah peLita
      • Pahlawan Super

About me ^_^

Cahya PeLita
Lihat profil lengkapku

"PeLita"

"PeLita"

Fana

"Nikmatilah kebersamaan, selagi masih diberi kesempatan"

Total Tayangan Halaman

NurLita. Tema Jendela Gambar. Gambar tema oleh borchee. Diberdayakan oleh Blogger.